Selasa, 03 Januari 2012

Infrastuktur Baru Tertibkan PKL Simpang Lima

   Kini dengan di perbaikinya semua infrastruktur jalan seperti trotoar di sekitar simpang lima, area simpang lima menjadi tampak lebih bersih dan rapi. Para pedagang kaki lima yang awalnya tak beraturan kini mulai ditertibkan dengan pemberian tempat khusus untuk berjualan.
Ramai pengunjung PKL kawasan Simpang Lima Semarang
   Tampilan tempat pedagang kaki lima ini terlihat seperti food court, karena kini pemerintah semarang berkerjasama dengan para pedagang kaki lima yang berada di kawasan simpang lima, yaitu dengan memberikan tambahan karyawan sebagai pelayan serta meja dan kursi bagi pengunjung PKL tersebut. Sehingga suasana tampak lebih rapi dan bersih.
   Kita dapat memesan makanan tanpa harus mengantri langsung, dengan menggunakan jasa pelayan, kita dapat memesan makanan yang tersedia di sepanjang PKL kawasan Simpang Lima Semarang.
Tempat berjualan tampak Rapi
   Dengan adanya tempat khusus untuk berjualan serta pelayan khusus, diharapkan para pedagang kaki lima menjadi lebih rapi dalam berjualan dan masyarakat yang mengunjungi tempat tersebut akan semakin nyaman. PKL yang mulai dibuka jumat tanggal 30 Desember 2011 kemarin merupakan salah satu program pemerintah untuk menjadikan semarang sebagai tempat tujuan wisata yang lebih nyaman.


Bareta Hendy Pamungkas
D2C009080

Kekayaan Semarang akan Wisata Religi

   Sebagai salah satu daerah di Indonesia, Semarang memiliki banyak bangunan kuno bernilai historis dan arsitektur tinggi yang layak dikunjungi. Melalui akulturasi budaya yang ada di Semarang membuatnya kaya akan referensi tempat-tempat wisata religius. Berikut tempat wisata religius yang dapat dijadikan referensi untuk layak dikunjungi.

Masjid Agung Jawa Tengah

   Masjid yang terletak di Jalan Gajah Raya memiliki arsitektur yang menarik. Bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah. Arsitekturnya mengambil model dari tradisi masjid para wali dengan membubuhkan corak universal arsitektur Islam pada bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya.
Masjid seluas 10 ha ini mampu menampung sekitar 13.000 orang. Selain terdapat ruang solat, tempat berwudlu, ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium, juga disediakan galeri pertokoan, ruang kantor yang disewakan, dan toko suvenir.

Gereja Blenduk

   Walaupun saat ini Gereja Blenduk telah berusia kurang lebih 258 tahun, gereja tersebut masih berdiri kokoh. Gereja yang pada mulanya dibangun oleh bangsa Portugis awalnya masih berbentuk sederhana. Kemudian disempurnakan oleh Belanda yang saat itu berkuasa di Indonesia. Dua arsiteknya bernama HPA de Wilde dan Westmaas menyempurnakan bangunan dan selesai tahun 1745.

Masjid Menara (Masjid Layur)

   Masjid yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kampung Melayu ini berdiri pada tahun 1802. Masjid ini dibangun oleh saudagar dari Yaman yang bermukim di Semarang. Dari luar yang terlihat hanya menaranya saja yang tinggi, karena kompleks masjid tersebut dibatasi oleh tembok tinggi ± 5 meter, yang di tengah-tengahnya memiliki gerbang. Dinding masjid dihiasi ornamen bermotif geometrik dan berwarna-warni.
Sementara fungsi menara adalah tempat bilal atau muazin. Pada masa perang kemerdekaan 1945 – 1949 fungsi menara berubah sebagai menara pengawas pantai.

Kelenteng Gedung Batu (Sam Poo Kong)

   Mengingat kelenteng ini tentunya tidak lepas dari sosok pelaut besar dari negeri Tiongkok, Laksamana Cheng Hoo yang hidup pada zaman kaisar ketiga Dinasti Ming, yaitu Zhu De. Beliau yang saat itu melakukan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa sampai pada sungai yang sekarang ini dikenal dengan sungai Kaligarang mendarat di desa Simongan. Di situlah Laksamana mendirikan tempat peribadatan yang sekarang kita kenal dengan nama Kelenteng Gedung batu (Sam Poo Kong).
Banyak yang tidak mengira pada awalnya tempat peribadatan ini adalah musola karena Laksamana adalah seorang muslim. Namun seiring dengan perkembangan, banyak yang berkunjung untuk beribadah dengan kepercayaan lain.
Ghela Rakhma Islamey
  D2C009064

Semarang Dengan Kota Tuanya

    Semarang selalu unik. Sebagai salah satu kota bandar tua, ia menjadi saksi dari silang budaya di masa lampau. Eropa atau Belanda, para pedagang dari Cina, dan penduduk pribumi Jawa adalah tiga etnis yang pernah hidup dalam kurun waktu yang sama. Dan itulah yang memberi corak khas pada perkembangan Kota Semarang.
     Hingga kini jejak kota peranakan itu masih bisa dinikmati. Sebut saja jika kita berkunjung ke kawasan kota lama di Semarang bagian utara. Ratusan bangunan kuno dengan arsitektur bergaya bangunan Eropa yang masih menyisakan kegagahannya boleh jadi dapat memancing imajinasi para pelancong untuk mengenang masa silam. Tak hanya sekedar sebagai tempat bangunan – bangunan tua berada, namun di kawasan Kota Lama ini denyut kehidupan sosial-budayanya pun masih menyisakan semangat klangenan gaya lama. Seperti tradisi sabung ayam yang masih diadakan setiap hari pada siang harinya. Sabung ayam biasanya dilakukan di gang yang diapit oleh bangunan-bangunan tua kolonial.
     Menyusuri kawasan Kota Lama bisa dengan beberapa cara, paling praktis mengendarai mobil atau sepeda motor.  Jalanan lebar memudahkan anda untuk mengitari area seluas tiga puluh dua hektar hanya dalam lima menit. Tapi tentu saja yang paling asyik adalah berjalan kaki. Sambil menikmati perjalanan, anda dapat hunting foto menarik melalui bangunan-bangunan tua kolonial yang ada di sana.
     Ayunan langkah dan mencecap aroma masa lampau yang terpancar dari bangunan – bangunan kuno adalah sebuah kemewahan yang tak ternilai. Kota ini bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang tidak merogoh kocek terlalu banyak, tapi manfaatnya untuk pengalaman dan sejarah tentunya luar biasa.
Ghela Rakhma Islamey
D2C009064

Keluarga Kaya Tasripin

Keluarga Tasripin
Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah selain memiliki keunikan serta keberagaman dari berbagai lapisan masyarakat dan kebudayaannya, ternyata juga memiliki perjalanan sejarah yang cukup menarik untuk di ceritakan. Selain sejarah tentang berbagai bangunan Tua di semarang yang terus mengikuti perkembangan masyarakat seperti contohnya Lawang sewu, Kota lama, Gereja Bleduk, Klenteng Tay Kak Sie dan banyak bangunan lainnya yang menceritakan sejarah tersendiri tentang perjalanan kota Semarang.
Selain berbagai bangunan tua tadi, sejarah menarik lainnya yang menarik untuk di kaji yakni Sejarah keluarga Tasripin, yang dikenal juga dengan kerajaan Tasripin.
Tasripin seorang pribumi kaya raya yang memiliki banyak usaha seperti usaha kapuk, real estate juga kopra. Selain itu juga ditempatnya tinggal dia mendirikan usaha kulit. Sehingga daerahnya pun dikenal dengan kampung kulitan. Bahkan bekas-bekas kekayaannya pun masih terlihat di kampong-kampung jalan MT Haryono semarang.
salah satu bangunan peninggalan keluarga tasripin adalah Mesjid Gandekan yang berada di daerah Gandekan di kawasan MT. Haryono. Sebelumnya hanya berupa mushola yang dibangun Tasripin untuk keperluan karyawannya, namun akhirnya direnovasi menjadi mesjid. Sampai sekarang pun masyarakat sekitar tetap menjaga keaslian mesjid tersebut.
dari kabar yang tersiar, bahwa keluaraga ini di sinyalir melakukan pernikahan sedarah agar harta kekayaan yang mereka miliki tidak keluar, dan masih menjadi harta keluarga.

Intan Murni H

Sabtu, 31 Desember 2011

Semarang Great Sale 2011

  
Seperti tahun sebelumnya, mulai 1 -31 Desember 2011 ini kota Semarang kembali mengadakan gawe besar yaitu Semarang Great Sale 2011. Kegiatan ini menjadi program unggulan Soemarmo sejak terpilih sebagai Walikota Semarang, karena ingin memajukan kota Semarang sebagai kota jasa dan perdagangan. Dimulai dengan Pameran Buku di Gedung Wanita, Pameran Komputer dan hampir sebagian besar mall dan pusat perbelanjaan di kota lumpia ini menawarkan potongan harga / diskon yang menarik. Bahkan ada mall yang mengadakan ” Midnight Sale” yaitu diskon besar menjelang tengah malam. Meski ada pro dan kontra terhadap kegiatan ini, namun kita patut mengapresiasi langkah maju Walikota Semarang ini. Karena sudah menjadi rahasia umum sebelumnya bahwa banyak masyarakat kota Semarang yang mampu tetapi justru tidak membelanjakan uangnya di Semarang tapi justru ke luar kota bahkan ke luar negeri. Dengan konsep Semarang Great Sale, dimana hampir semua turut berpartisipasi baik itu mal, ruko, pertokoan, restoran, tempat wisata, kuliner, dll, diharapkan roda perekonomian di kota Semarang makin berputar dan bahkan kegiatan ini dapat mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat kota Semarang dan visi kota Semarang sebagai kota jasa dan perdagangan dapat terwujud.

Setelah puas menikmati diskon, kalian juga bisa berkunjung ke tempat-tempat menarik di kota yang memiliki brand wisata Semarang Pesona Asia. Kalian bisa mengunjungi wisata alam Goa Kreo atau bermain di Pantai Maron atau Pantai Marina yang memang merupakan taman rekreasi di Utara Semarang. Jangan lewatkan juga Lawang Sewu bisa menjadi wisata sejarah yang menarik. Terkenal dengan banyaknya pintu, bangunan bersejarah ini sering dijadikan objek wisata misteri. Tidak heran jika banyak pengunjung yang sengaja datang malam-malam untuk mencoba sensasinya sendiri.
 
Semarang Great Sale merupakan simbol sinergi antara pemkot dengan swasta, termasuk juga pengusaha besar dengan UKM, serta pemprov dan pemerintah pusat. Secara resmi, pembukaan dilakukan pada 3 Desember 2011 di halaman Balai Kota Jalan Pemuda pukul 18.30 WIB.

Sebanyak 800 unit usaha mulai dari mal, retail, hotel, restoran dan kuliner, tempat hiburan dan wisata, rumah sakit dan jasa kesehatan, pedagang kaki lima (PKL) serta UMKM ikut meramaikan.
 
Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, Yunita Dwi mengatakan, event tahunan ini akan didukung oleh delapan asosiasi yaitu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Indonesia Marketing Association (IMA), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), Asosiasi Pengusaha Kawasan Pandanaran, dan Ikatan Perusahaan Penyelenggara Pesta (Ika Pesta). Selain itu, Kadin Kota Semarang dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) juga ikut memberikan dukungan. ”Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran Semarang Great Sale. Sebab acara ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Kota Semarang, dan agar Kota Semarang makin dikenal,” ujarnya usai rapat koordinasi di kantor Kadin Gedung JDC Lantai IV Jalan Imam Bonjol, Rabu (23/11).
 
Dukungan dari unit usaha dapat berupa potongan harga atau diskon sebesar 20% hingga 80%. Selain itu para konsumen yang berbelanja akan mendapatkan kupon undian. ”Bentuknya bermacam-macam, mulai dari pembelian kelipatan Rp 10.000, dan sebagainya. Diskon besar-besaran ini berlaku untuk semua aktivitas perdagangan, perbelanjaan, mal, restoran dan hotel. Ini diperkirakan bakal menarik pengunjung ke Semarang,” katanya.

Semarang Great Sale merupakan simbol sinergi antara Pemkot dengan swasta, termasuk juga pengusaha besar dengan UKM, serta pemprov dan pemerintah pusat. Secara resmi, pembukaan dilakukan pada 3 Desember 2011 di halaman Balaikota Jalan Pemuda pukul 18.30. Pemantapan event ini juga terus dilakukan oleh panitia dan seluruh asosiasi yang berpartisipasi. Arif, perwakilan Asosiasi Pengusaha Kawasan Pandanaran mengatakan, toko-toko di kawasan Jalan Pandanaran telah siap menyambut event ini. Masing-masing akan memberikan diskon bagi konsumen.

(Ilham Bayu Prasetyo  D2C008089)